Aku bingung harus darimana aku memulai ceritaku hari ini. Dari sekian rasa
dihati yang kecewa, dalam batin yang menjerit menangis akan ketidak berdayaan
ku yang tak sanggup menahan airmata sampai akhirnya emosi ku aku curahkan lewat
apa saja yang menggangu pikiran ataupun hari2 yang ku jalani saat ini..
Sampai akhirnya aku marah sejadiku dan menangis meratapi hidup ku yang
menahan semua permasalahan dihati. Menahan masalah yang terjadi dalam rumah
yang sering kalinya ribut hanya karena masalah sepele, menahan rasa ketidak
adilan yang terjadi ditempat ku bekerja, yang sering menyindir, cuek tidak
saling perduli satu sama laen, dan mengomel dibelakang orangnya yang sampai
akhirnya aku menahan amarah ku, egokupun ku buang jauh2 agar tidak terjadi
keributan ditempat ku bekerja. belum lagi masalah kuliah yang sebentar lagi
akan KKN. Dan masalah teman2 kuliah ku pun cerudik’an ( s... dan y... ) belum
lagi d... yang tidak pernah perduli akan diriku, sedangkan dia mau diperdulikan
dan diperhatikan hingga aku hanya menahan rasa yang kecewa terhadap mereka2
yang tidak pernah mau tau tentang keadaan ku. Tau nya mereka, aku hanya tersenyum
bahagia, tidak ada derita dan kecewa serta tak ada airmata yang mereka lihat
dalam diriku.
Aku
berusaha untuk tidak mengeluh, menutupi rasa kecewa, sedih dan ketidak
bahagiaan ku terhadap hal2 yang tidak ku sukai agar mereka tidak tau apa yang
sedang terjadi pada diriku. Aku pun tak pernah abdet status di Facebook ataupun
twittet yang ku memiliki untuk sekedar mereka tau hal apa yang sudah terjadi
sama aku. Aku berhenti untuk tidak mengeluh lagi di akun facebook ku. Dan aku
hanya menitipkan rasa sedih dan sepi ini pada angin yang bertiup disekeliling
ku agar dia membawa sedih dan sepi ku ini pada tempat yang layak agar rasa
sedih dan sepi ini tidak menghampiriku lagi.